Rosela
Hibiscus sabdariffa L.
Nama lain : Rosela, perambos, gamet walanda, kasturi rorira
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae(suku kapas-kapasan)
Genus: Hibiscus
Spesies: Hibiscus sabdariffa L.
Deskripsi Rosela
Rosela merupakan herba tahunan yang bisa mencapai ketinggian 0,5-3 meter. Batangnya bulat, tegak, berkayu, dan berwarna merah. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, pertulangan menjari, ujung tumpul, tepi bergerigi, dan pangkal berlekuk. Panjang daun 6–15 cm dan lebarnya 5–8 cm. Tangkai daun bulat berwarna hijau, dengan panjang 4-7 cm. Bunga rosela merupakan bunga tunggal, bunga ini mempunyai 8–11 helai kelopak yang berbulu, panjangnya 1 cm, pangkalnya saling berlekatan dan berwarna merah. Mahkota berbentuk corong, terdiri dari 5 helaian, panjangnya 3-5 cm. Tangkai sari merupakan kumpulan benang sari berukuran pendek dan tebal, panjangnya sekitar 5 mm, dan lebar sekitar 5 mm. Putiknya berbentuk tabung, berwarna kuning atau merah. Buahnya berbentuk kotak kerucut, berambut, terbagi menjadi 5 ruang, berwarna merah. Bentuk biji menyerupai ginjal, berbulu, dengan panjang 5 mm dan lebar 4 mm, saat masih muda berwarna putih dan setelah tua berubah jadi abu-abu.
Kandungan kimia
Asam sitrat, asam malat, gossipetin, hibiscus, vitamin C, protein, kalsium, serat, fosfor, karoten, tiamin, riboflavin, niasin, asam amino diantaranya arginine, cystine, histidine, isoleucine, leucine, lysine, methionine, phenylalanine, threonine, tryptophan, tyrosine, valine, asam aspartat, glutamin, asam alanin, glycine, proline,dan serine.
Manfaat rosela
Rosela biasanya di manfaatkan sebagai antioksidan, antikanker, antihipertensi, antibakteri, antikejang, aprodisiaka, diuretik, anestesi, sedatif, tonikum, dan mengatasi gangguan pencernaan.
Referensi
Maryani, Herti dan Lusi Kristina.2001.Khasiat dan Manfaat Rosela.Jakarta.Agromedia pustaka www.plantamor.com/index.php?plant=677
www.creasoft.wordpress.com/2008/05/04/rosella-hibiscus-sabdarifa/
Lada
Piper nigrum L.
Nama lain : Lada, merica, mrico, pedes, sahang, marisano, rica palulu
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Magnoliidae
Ordo: Piperales
Famili: Piperaceae (suku sirih-sirihan)
Genus: Piper
Spesies: Piper nigrum L.
Deskripsi Lada
Lada merupakan tanaman herbal tahunan, tumbuh memanjat. Batang berbentuk bulat, beruas, bercabang, mempunyai akar pelekat, dan berwarna hijau kotor. Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur, pangkal daun bentuk jantung, ujung daun runcing, tepi daun rata, panjang daun 5-8 cm, lebar daun 2-5 cm, pertulangan menyirip, warna hijau. Bunga lada merupakan bunga majemuk, bentuk bulir, menggantung, panjangnya 3,5-22 cm, warna hijau. Buah lada berbentuk buni, bulat, saat buah muda masih berwarna hijau dan setelah tua berwarna merah.
Kandungan kimia
Minyak atsiri (felandren, kariofilen, dan terpen-terpen), minyak lemak, khavisin, pati, alkaloid piperin berupa piperidin, piperiline, piperoleine, poperanine, piperonal, dan asam piperat, protein, saponin, flavonoida, resin, zat putih telur, dihidro-karveol, kanyo-fillene oksida, kariptone, tran pio-carpol dan minyak lada.
Manfaat lada
Lada biasanya di manfaatkan untuk menghangatkan badan, melancarkan peredaran darah, karminatif, diaforetik, diuretik, analgesik, kolera, disentri, untuk kaki bengkak, obat luka, mengurangi nyeri haid, frigiditas, impotensi, rematik, asam urat, antibakteri, antiseptik dan asma.
Referensi
Adi,Tersono Lukas.2009.Terapi Herbal Berdasarkan Golongan Darah.Jakarta.Agromedia pustaka
www.plantamor.com/index.php?plant=1011
www.tanamanherbal.wordpres.com/2007/12/16/lada/
www.vivaborneo.com/pedasnya-lada-sembuhkan-berbagai-macam-penyakit.htm
LOBAK
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Capparales
Famili: Brassicaceae (suku sawi-sawian)
Genus: Raphanus
Spesies: Raphanus sativus var. hortensis L.
Tanaman yang memiliki nama latin raphanus sativus ini merupakan tumbuhan semusim. Memiliki ketinggian sekitar 1 meter dengan batang yang lunak membentuk umbi bewarna putih pucat. Daun dari lobak berbentuk tunggal dengan buah lonjong berwarna cokelat.
Rasanya yang sedikit pedas dengan bau khas yang agak menyengat, membuat banyak orang kurang menyukai lobak. Padahal, menurut ilmu kedokteran Tiongkok, lobak putih atau lobak Cina sangat baik untuk kesehatan dan organ vital manusia.
Komposisi: Lobak mengandung karbohidrat, energi, vitamin, mineral, kalori, protein, lemak, kalsium, fosfor, serat, zat besi, vitamin B1, vitamin B2, Vitamin C, niacin, rafarin, rafanol dan minyak atsiri.
Khasiat :
* Mengatasi batuk dan bronkhitis
* Menyembuhkan demam.
* Mengusir wasir
* Mengatasi sulit tidur atau insomnia
* Dapat dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi rematik
* Kandungan enzim diastase pada lobak dapat melancarkan pencernaan dan mengahalangi penumpukan lemak dalam jaringan tubuh
* Daun lobak berkhasiat menyembuhkan rasa ngilu di bagian perut
* Dapat menetralisir racun rokok , karena mengandung minyak atsiri, rafanol dan rafarin
* Mengonsumsi lobak secara rutin dipercaya dapat memperhalus kulit, karena kandungan vitamin C di dalam lobak berkhasiat sebagai antioksidan dan dapat menghambat senyawa melanin
* Lobak juga dapat digunakan sebagai obat pelangsing tubuh karena lobak dapat mengurangi nafsu makan
Cara penggunaan :
Batuk
Sediakan 5 buah akar lobak dan gula secukupnya. Parut lobak lalu peras dan disaring. Tambahkan gula secukupnya pada dan diamkan semalaman. Minum ramuan endapan lobak 1 kali sehari 1 ramuan. Ulangi selama 7 hari.
Menetralisir racun rokok
Minumlah air perasan lobak tiap tiga bulan sekali.
Nyeri di bagian perut
Ambil Lobak Cina lalu diparut dan diberi garam sedikit. Letakkan parutan dalam suatu wadah dan diamkan sekitar 5 jam. Setelah itu, saringlah air endapan lobak cina lalu minum air saringan lobak saat mau tidur. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna ulangi cara ini 4 sampai 5 hari berturut-turut.
Calincing
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Rosidae
Ordo : Geraniales
Famili : Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus : Oxalis
Spesies : Oxalis barrelieri L.
Nama umum : Calincing
Nama daerah (Jawa) : Calincing
DESKRIPSI
Habitus : Semak, semusim, tinggi ± 40-80 cm
Batang : Tegak, berkayu, bulat, permukaan halus, hijau
kecoklatan
Daun : Majemuk, tersebar, lonjong, tepi rata, ujung dan
pangkal membulat, pertulangan menyirip, panjang
2-3 cm, lebar 1-2 cm, hijau
Bunga : Majemuk, berkelamin dua, di ketiak daun, tangkai
panjang 2-4 cm, kelopak 5 helai, bentuk bintang,
mahkota bentuk terompet, kepala sari bulat, kepala
putik hijau, kuning
Buah : Kotak, segitiga, hijau
Biji : Bulat, kecil, kuning
Akar : Tunggang, coklat
Kandungan : Daun dan batang Oxalis barrelieri mengandung saponin dan polifenol
KHASIAT
Daun dan batang Oxalis barrelieri berkhasiat untuk penawar racun akibat
makanan, darah tinggi, kencing manis, lemah jantung.
Referensi :
http://www.kambing.ui.ac.id/bebas/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku3/3-087.pdf
http://www.plantamor.com/index.php?plant=927
http://agrobiosolution.blogspot.com/2010/03/belimbing-tanah-oxalis-barrelieri.html
Markisa
KLASIFIKASI
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Passifloraceae
Genus : Passiflora
Spesies : Passiflora edulis Sims
Nama umum : Markisa
DESKRIPSI
Pertumbuhan Kebiasaan : Buah markisa adalah pohon dengan sulur kuat, phon merambat yang menempel dengan sulur. Dapat tumbuh 15 sampai 20 kaki per tahun sekali ditetapkan dan harus memiliki dukungan yang kuat. Umumnya berumur pendek (5 sampai 7 tahun).
Daun : Daun markisa adalah alternate, berbentuk sangat lobe dengan jumlah 3 saat matang dan bergigi halus. Panjangnya 3 sampai 8 inci, hijau dan mengkilap di atas, pucat dan kusam di bawah, dan seperti batang muda dan sulur, diwarnai dengan merah atau ungu, khususnya dalam bentuk kuning.
Bunga : Tunggal wangi, 2 sampai 3 inci lebarnya, tumbuh setiap node pada pertumbuhan baru. Mekar, hijau, pelindung bunga, terdiri dari 5 sepal putih kehijauan, 5 kelopak putih dan korona seperti jari lurus, ungu kaya di pangkal. Memiliki 5 benang sari dengan kepala sari besar, ovarium dan stylus bercabang tiga membentuk struktur pusat yang menonjol.
Buah : Buah hampir bulat atau bulat telur, 1-1/2 sampai 3 inci lebarnya, memiliki kulit keras yang halus dan berlilin, warna ungu gelap samar, bintik putih halus. Dalam adalah rongga yang kurang lebih dipenuhi dengan massa aromatik berdinding ganda, kantung membran yang mengandung warna oranye, jus sebanyak 250 kecil, keras, coklat gelap atau hitam, biji menempel. Rasa yang unik menarik, musky, dan manis. Buah yang berwarna kuning memiliki buah yang umumnya lebih besar daripada buah yang berwarna ungu, tetapi pulp dari buah yang berwarna ungu tidak begitu masam, lebih kaya aroma dan rasa, dan memiliki proporsi jus yang lebih tinggi (35-38%).
Nama-nama umum meliputi Markisa (Inggris dan AS), markisa (Australia dan Selandia Baru) , Granadilla (Amerika Selatan dan Afrika Selatan), Pasiflora (Israel), Parchita (Venezuela), Maracujá (Brazil, Ekuador, Peru, Paraguay), Maracuyá (Peru, Kolombia, Panama), Lilikoi (Hawaii), Magrandera Shona (Zimbabwe) , markisa (Indonesia), dan Tien Lạc, hari Chanh atau Chanh leo (Vietnam). Hal ini dibudidayakan secara komersial di daerah salju bebas untuk buah dan banyak tumbuh di India, Sri Lanka, Selandia Baru, Karibia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Indonesia, Peru, California, Florida, Haiti, Hawaii, Argentina, Australia, Afrika Timur, Meksiko, Israel, Kosta Rika dan Afrika Selatan.
Varietas ungu buah telah ditemukan mengandung jejak glikosida sianogen di kulit.
KHASIAT
Passiflorance yang banyak terkandung dalam buah markisa berkhasiat untuk menentramkan urat syaraf,Buah markisa juga sebagai sumber beberapa vitamin khususnya vitamin C dan vitamin A. Di samping itu manfaat buah markisa bagi kesehatan antara lain untuk menyembuhkan badan lemah setelah sakit, kehilangan napsu makan, anemia disertai bibir pucat, terasa dingin pada anggota badan dan pusing, kurang susu setelah melahirkan, serta memulihkan kondisi tubuh setelah pengobatan khususnya yang disebabkan oleh parasit pada anak.
Tanaman markisa telah dikembangkan di beberapa propinsi terutama di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung dan Sulawesi Selatan.
Khasiat Buah Markisa antara lain :
1. Menangkal kanker
2. Mengatasi insomnia
3. Mengatasi batuk
4. Anti alergi
5. Menenangkan anak hiperaktif
6. Melancarkan ASI
7. Menjaga kecantikan wajah
8. Menurunkan kolesterol
9. Memperlebar saluran pembuluh darah yang mengalami penyempitan
10. Melancarkan peredaran darah
11. Anti peradangan
12. Penurun panas (anti piretik)
13. Mencegah hipertensi
14. Penghilang nyeri (analgesik)
15. Antiseptik
16. Penghilang kerut pada wajah
17. Menjaga kebugaran tubuh
18. Antibodi
Referensi :
http://fharmacy.blogspot.com/2009/05/kasiat-buah-markisa.html
http://www.crfg.org/pubs/ff/passionfruit.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Passiflora_edulis
http://www.plantamor.com/index.php?plant=958
Jeruk Purut
Citrus hystrix Dc
Nama umum
| Indonesia: | Jeruk purut |
| Inggris: | Caffir lime |
| Melayu: | Limau purut |
| Thailand: | Luuk makruut |
| Pilipina: | Kabuyaw |
| Cina: | Ma feng cheng |
| Jepang: | Kobu mikan |
Morfologi Tanaman
Citrus hystrix D.C. termasuk tumbuhan berkayu (Tjitrosoepomo, 1988), merupakan pohon dengan tinggi 5-7,5 m. Batang tegak, bulat, percabangan simpodial, berduri, hijau kotor. Daun tunggal, berseling, lonjong, tepi beringgit, ujung meruncing, pangkal membulat, panjang 4-5,5 cm, lebar 2-2,5 cm, tangkai bersayap, panjang 2-5 cm, hijau, pertulangan menyirip, permukaan berbintik, hijau. Bunga majemuk, bentuk tandan, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang + 2 cm, hijau, kelopak bentuk bintang, hijau kekuningan, benang sari silindris, panjang 3-6 mm, putih, tangkai putik silindris, panjang 3-5 mm, kepala putik bulat, kuning, mahkota lima helai, bentuk bintang, putih (Syamsuhidayat, 1993). Bakal buah berkedudukan lebih tinggi daripada tepi dasar bunga dan tidak berlekatan dengan dasar bunga (Tjitrosoepomo, 1988). Buah bulat, diameter 4-5 cm, permukaan berkerut, hijau. Biji bulat telur, putih (Syamsuhidayat, 1993). Daging buah hijau, rasanya sangat asam agak pahit (Sarwono, 1996). Akar tunggang, putih kekuningan (Syamsuhidayat, 1993).
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Sapindales
Famili: Rutaceae (suku jeruk-jerukan)
Genus: Citrus
Spesies: Citrus hystrix Dc
Kandungan Kimia
Citrus hystrix D.C. mengandung (S)-3,7-dimetil-6-oktenal (Akhila, 1986), oktilen, -pinen, kamfen, -pinen, -felandren, metil heptanon, -terpinen, d-limonen, oktil aldehid, ?-terpineol, sitral, linalil asetat, bisabolen, kadinen, suatu seskuiterpen alkohol, asam-asam, asam asetat, sitronellal (asam sitronellal--naftosinkhoninat) (Guenther, 1987), senyawa berkerangka dasar pheophorbide-a dan –b (Ong et al., 2009), serta gliseroglikolipid (Murakami et al., 1995).
Daun mengandung alkaloid, saponin, polifenol (Syamsuhidayat, 1993), ?-tokoferol (Ching andMohamed, 2001), minyak atsiri (Harbone, 1987), tanin, steroid triterpenoid, sitronellal (Wijaya, 1995), flavonoid sianidin, myricetin, peonidin, quercetin, luteolin, hesperetin, apigenin, danisorhamnetin (Butryee et al., 2009).
Buah mengandung setidaknya 21 macam kumarin, 4 di antaranya adalah bergamottin, N-(iminoetil)-L-ornithine (L-NIO), oksipeucedanin, 5-[(6',7'-dihidroksi-3', 7'-dimetil-2-oktenil)oksi]psoralen (Murakami et al., 1999). Daging buah mengandung saponin dan flavonoid (Syamsuhidayat, 1993).
Kulit buah mengandung tanin, steroid triterpenoid, minyak atsiri yang mengandung sitrat, saponin, polifenol, minyak atsiri sitronellal, sitronellol, linalool, geraniol, hidroksi sitronellal, linalil asetat (Trease, 1989; Takarina, 1995; Agusta, 2000), flavonoid rutin, naringin, dan hesperidin (Bisset, 1994; Hakim and Harris, 2001).
Manfaat Tumbuhan untuk Obat
Dalam pengobatan Alternatif Herbal
Influenza, kulit bersisik dan mengelupas, mewangikan rambut kepala.
Daftar Pustaka
http://www.plantamor.com/index.php?plant=345
http://javaagro.com/2010/05/08/dibutuhkan-jeruk-purut/
http://ccrc.farmasi.ugm.ac.id/?page_id=1559
Delima
Punica granatum L.
Nama Umum
.75pt .75pt .75pt" valign="top">
Indonesia:
;padding:.75pt .75pt .75pt .75pt" valign="top" width="122">
Delima
.75pt .75pt .75pt" valign="top">
Inggris:
;padding:.75pt .75pt .75pt .75pt" valign="top" width="122">
pomegranate
| Vietnam: | Lu’u, Thap Lu’u |
| Thailand: | Thapthim |
| Pilipina: | Granada, Dalima |
Deskripsi Tanaman
Tanaman perdu, tinggi 2-5 meter. Batang berkayu, bulat, bercabang, berduri, batang muda berwarna cokelat setelah tua berwarna hijau kotor. Daun tunggal, bentuk lanset, panjang 1-8 cm, lebar 5-15 mm, bertulang menyirip, warna hijau. Bunga tunggal di ujung cabang, mahkota membulat berwarna merah atau kuning. Buah buni, bulat, diameter 5-12 cm, warna hijau kekuningan.
Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Myrtales
Famili: Punicaceae
Genus: Punica
Spesies: Punica granatum L.
Kandungan Kimia
ion kalium (potasium), vitamin A, C , asam folic, Flavonoid
Alkaloid tropan, Tanin, Gula, Triterpenoid, Glukosida, Estron, Lendir
Manfaat Tumbuhan untuk Obat
1. Buahnya dapat membersihkan lambung.
2. . Kulit delima (dadat) dapat mengobati sakit perut karena cacingan,
disentri, diare, wasir berdarah, muntah darah, batuk darah, pendarahan
rahim, radang tenggorokan, radang telinga, keputihan, dan nyeri lambung.
3. Bunga delima dapat mengobati radang gusi, pendarahan, dan bronkitis.
4. Daging delima dapat dimanfaatkan sebagai penurun berat badan,
sariawan, tekanan darah tinggi, sering kencing, rematik, dan perut
kembung.
5. . Biji delima dapat dipakai sebagai obat penurun demam, batuk, keracunan dan cacingan.
6. Melindungi jantung
7. Antioksidan
8. Menurunkan kolesterol buruk
9. Menurunkan tekanan darah
10. Mencegah dan mengobati kanker
11. Melindungi otak bayi
12. Mencegah osteoarthritis
13. Mencegah penyakit Alzheimer
14. Sumber nutrisi
15. Kontrasepsi alami
16. Melindungi gigi
17. Antelmintik
18. Astringen
Daftar Pustaka
http://www.plantamor.com/index.php?plant=1065
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=33117410&postcount=34
Bunga Kancing (Gomphrena globosa L.)
Klasifikasi
Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas Hamamelidae
Ordo Caryophyllales
Famili Amaranthaceae (suku bayam-bayaman)
Genus Gomphrena
Spesies Gomphrena globosa L.
Nama Latin : Flos globosus Rumph.
Nama Daerah : Bunga kancing, Kembang puter, Adas-adasan, Kembang gundul
Bunga Kenop ditanam di pekarangan dan di tanam sebagai tanaman hias atau tumbuh liar di ladang yang cukup mendapat sinar matahari. Tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis ini dapat ditemukan pada ketinggian 1-1.300 meter diatas permukaan laut.
Tumbuhan ini sampai di Indonesia berasal dari Amerika dan Asia. Berupa perdu yang tumbuh tegak dengan tinggi 60 cmatau lebih, seluruh bagiannya berambut.Batangnya hijau kemerahan, membesar pada ruas percabangan, berkayu lunak, berambut dan bercabang-cabang. Daun tunggal, bertangkai pendek,letak berhadapan bersilang, bentuk bundar telur sungsang sampai memanjang; panjang 5 - 10cm, lebar 2 - 5 cm. Ujung daun meruncing, tepi rata warna hijau berambut kasar berwarna putih di bagian atas dan berambut halus di bagian bawah. Bunga tunggal, keluar dari ujung tangkai, bentuk bonggol seperti bola, berwarna merah tua keunguan, merah muda, ada yang berwarna putih.Buahnya berbentuk segitiga, terbungkus oleh lapisan tipis berwarna putih. Bijinya banyak, berbentuk kotak.
Sifat
Rasanya manis, sifatnya netral. Tumbuhan ini bersifat : anti batuk dan peluruh dahak, anti asthmatik, anti radangmata. Dalam farmakologi Cina disebut tumbuhan ini memiliki rasa manis dan netral.
Kandungan Kimia
Gomphrenin I, Gomphrenin II, Gomphrenin III, Gomphrenin V, Gomphrenin VI dan amarathin. Kandungan minyak asiri, flavon atau saponin mempunyai khasiat sebagai peluruh dahak.
Bagian yang Digunakan
Bagian yang digunakan adalah bunga atau seluruh herba segar atau herba kering.
Khasiat
1. Bunga berkhasiat untuk pengobatan:
a. Batuk rejan (pertusus),
b. TB Paru disertai batuk darah,
c. Sesak napas (Asma Bronkial),
d. Radang saluran napas akut dan menahun,
e. Radang mata,
f. Sakit Kepala,
g. Panas dan kejang pada anak karena gangguan hati, mimpi buruk pada anak,
h. Disentri, dan
i. Tidak lancar buang air kecil
2. Herbadigunakan untuk:
a. Menambah nafsu makan
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, rebus 9-10 bunga segar atau 3-9 g bunga kering lalu air rebusannya diminum.
Untuk pemakaian luar, cuci herba segar seutuhnya sampai bersih, lalu giling sampai halus. Turapkan ramuan ini ke bagain tubuh yang sakit, seperti bengkak/memar akibat terbentur benda keras. Selain itu tanaman segar dapat direbus dan airnya digunakan untuk mencuci koreng.
Contoh Pemakaian
1. Sesak napas karena Asma Bronkitis
Rebus 10 kuntum bunga kenop dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Tambahkan arak kuning sebanyak satu seloki. Minum ramuan sehari tiga kali, masing-masing 1/3 gelas. Lakukan tiap hari sampai sembuh.
2. Bronkitis Kronis
Suntikan ramuan obat suntik bunga kenop, pada beberapa akupunktur. Sekitar 10% penderita yang mendapat suntikan ini akan mengeluhkan rasa kering di tenggorokan walaupun hanya sementara.
3. Kencing tidak Lancar
Rebus 3-10 g bunga kenop dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum dua kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
4. Panas pada anak karena gangguan hati (liver)Cuci 7-14 kuntum bunga kenop segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air bersih sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum sehari tiga kali, masing-masing 1/2 gelas.
5. Disentri
Rebus 10 kuntum bunga kenop segar dalam 100 cc arak kuning sampai mendidih (selama 15 menit). Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.
6. Menambah nafsu makan
Cuci 20g herba segar sampai bersih, lalu rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa dua gelas. Setelah dingin saring dan air saringannya diminum. Sehari dua kali, masing masing satu gelas.
PERHATIAN : Keracunan terjadi karena pemakaian terlalu banyak yang biasanya memiliki gejala rasa kering ditenggorokan. Bila peng¬gunaan obat ini dihentikan atau dikurangi, maka rasa kering ini akan hilang dengan sendirinya. Tidak ada kontra indikasi yang spesifik.
Cara Budidaya
Perbanyakan tanaman menggunakan biji. Biji disemaikan dan dalam waktu 3 - 4 minggu hasil semaian dapat dipindahkan ke lubang tanam yang sudah disediakan. Cara lain dapat pula dilakukan dengan stek batang. Pemeliharaan tanaman ini mudah, seperti tanaman lain dibutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar.
Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.)
Klasifikasi
Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas Magnoliidae
Ordo Piperales
Famili Piperaceae (suku sirih-sirihan)
Genus Piper
Spesies Piper crocatum Ruiz & Pav.
Sirih merah adalah tanaman merambat yang berbatang bulat berwarna hijau keunguan dan tidak berbunga.Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Daunnya bertangkai membentuk jantung hati dan bagian ujung daun meruncing. Daun tumbuh berselang-seling dari batangnya, daun berwarna merah keperakan dengan permukaan daun mengkilap dan tidak merata. Yang membedakan dengan sirih hijau adalah selain daunnya berwarna merah keperakan, bila daunnya disobek maka akan berlendir serta aromanya lebih wangi.
Kandungan Kimia
Sirih merah mengandung polevenolad, senyawa alkoloid, minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol, eugenol, pcymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena, dan fenil propada.
Bagian yang Digunakan
Bagian yang digunakan adalah bunga atau seluruh herba segar atau herba kering.
Khasiat
Sirih merah juga berkhasiat menyembuhkan berbagai penyaki seperti :
1. Diabetes miilitus,
2. Mencegah hepatitis,
3. Batu ginjal,
4. Menurunkan kolesterol,
5. Mencegah liver,
6. Radang prostat,
7. Radang mata,
8. Keputihan,
9. Maag,
10. Kelelahan,
11. Nyeri sendi, dan
12. Memperhalus kulit.
Kandungan-kandungan yang terdapat pada sirih merah berkhasiat sebagai berikut:
1. Flavonoid dan polevenolad yang bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik dan antiinflamasi.
2. Senyawa alkoloid mempunyai sifat antineoplastik yang juga ampuh menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.
3. Alkaloid (bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistem heterosiklik) dimanfaatkan untuk mengobati diabetes dan menurunkan hipertensi.
4. Meminum air rebusan sirih merah setiap hari, kadar gula darah akan turun sampai pada tingkat yang normal.
5. Sirih merah dalam bentuk teh herbal juga bisa mengobati asam urat, kencing manis, maag, dan kelelahan.
6. Karvakrol bersifat desinfektan, antijamur, sehingga bisa digunakan sebagai obat antiseptik untuk menghilangkan bau mulut dan keputihan.
7. Eugenol bisa mengurangi rasa sakit
8. Tanin mengatasi sakit perut.
Cara Pemakaian
1. Bengkak
Cuci bersih daun sirih merah secukupnya, lalu tumbuk halus. Tambahkan sedikit air dan aduk hingga menjadi adonan. Balurkan ramuan pada kulit yang bengkak.
2. Mimisan
Cuci bersih daun sebanyak 2 lembar. Gulung, lalu potong ujung daun. Masukan daun ke lubang hidung.
3. TBC
Cuci bersih 7 lembar daun, lalu potong kecil-kecil. Rebus bahan dengan 3 gelas air hingga airnya tersisa 1,5 gelas. Minum ramuan 3 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas, bersama 1 sendok makan madu.
Cara Budidaya
Sirih merah dapat diperbanyak secara vegetatif dengan penyetekan atau pencangkokan karena tanaman ini tidak berbunga. Penyetekan dapat dilakukan dengan menggunakan sulur dengan panjang 20 - 30 cm. Sulur sebaiknya dipilih yang telah mengeluarkan akar dan mempunyai 2 - 3 daun atau 2 - 3 buku. Untuk mengurangi penguapan, daun di kurangi sebagian atau buang seluruhnya. Sulur diambil dari tanaman yang sehat dan telah berumur lebih dari setahun. Letakkan setek ditempat yang teduh dengan penyinaran matahari lebih kurang 60%.
Perbanyakan dengan cara pencangkokan dilakukan dengan memilih cabang yang cukup tua kira-kira 15 cm dari batang pokoknya, kemudian cabang tersebut diikat atau dibalut ijuk atau sabut kelapa yang dapat menghisap air. Pencangkokan tidak perlu mengupas kulit batang. Cangkok diusahakan selalu basah agar akarnya cepat tumbuh dan ber-kembang. Cangkok dapat dipotong dan ditanaman di polibeg apabila akar yang muncul sudah banyak.
Sirih merah dapat beradaptasi dengan baik di setiap jenis tanah dan tidak terlalu sulit dalam pemeliharaannya. Selama ini umumnya sirih merah tumbuh tanpa pemupukan. Yang penting selama pertumbuhannya adalah pengairan yang baik dan cahaya matahari yang diterima sebesar 60 - 75%.
Sumber
http://aboutherbal.wordpress.com/2010/11/28/bunga-kenop-gomphrena-globosa/
http://www.bangfad.com/sastra/sirih-merah-piper-crocatum-sebagai-tanaman-obat-multi-fungsi.html
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/2014512-khasiat-sirih-merah/
http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=30
http://kembangbungaku.blogspot.com/2009/06/sirih-merah-piper-crocatum.html
http://www.pdpersi.co.id/?show=detailnews&kode=989&tbl=alternatif
http://www.plantamor.com/index.php?plant=635
http://www.plantamor.com/index.php?plant=2092
http://www.tanaman-obat.com/aneka-tanaman-obat/75-tanaman-obat-bunga-kenop
|
| |
| : | Artocarpus incisa L.F. Artocarpus altilis (Park.) Fosberg |
|
| |
| : | Spermatophyta |
| : | Angiospermae |
| : | Dicotyledoneae |
| : | Urticales |
| : | Moraceae |
| : | Artocarpus |
| : | Artocarpus communis Forst. |
| : | Sukun. |
| : | Sukun (Aceh), Hatopul (Batak), Amu (Melayu). |
| : | Sukun (Jawa), Sakon (Madura). |
| : | Sukun (Bali). |
| : | Karara bima (Flores). |
|
| |
| : | Pohon, tinggi 10 – 25 m. |
| : | Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, coklat. |
| : | Tunggal, tersebar, panjang 40 – 60 cm, lebar 30 – 35 cm, tepi bertoreh, ujung meruncing, pangkal membulat, pertulangan menjari, daging daun tebal, permukaan licin, tulang daun menonjol, permukaan atas berbulu, hijau, tangkai bulat, panjang 3 – 4 cm, hijau. |
| : | Tunggal, di ketiak daun, tangkai silindris, panjang 2 – 3 cm, hijau muda, kelopak lonjong, permukaan bagian dalam licin, bagian luar berambut, kehijauan, mahkota lonjong, kuning kehijauan. |
| : | Buni, lonjong, diameter 6 – 10 cm, permukaan bergerigi tumpul, teratur, bergetah, hijau. |
| : | Lonjong, pipih, coklat. |
| : | Tunggang, coklat. |
| Bayam Merah Alternanthera amoena Voss | |||
Nama umum
| | ||
Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas: Hamamelidae Ordo: Caryophyllales Famili: Amaranthaceae (suku bayam-bayaman) Genus: Alternanthera Spesies: Alternanthera amoena Voss | |||
Kerabat Dekat Kremah, Bayam Dempo, Bayam Ungu | |||
Khasiat Bayam Merah
Bayam selain digunakan sebagai sayuran pelengkap hidangan juga mempunyai banyak manfaat dan khasiat,termasuk bayam merah (Blitum rubrum). Bayam jenis ini mempunyai cirri-ciri : tinggi batang 0.4 – 1 mtr dan bercabang, batang lemah dan berair, daun bertangkai, berbentuk bulat telur, lemas, panjang 5-8 cm, ujung tumpul, pangkal runcing serta berwarna merah.
Kandungan Kimia dari Bayam Merah :
Bayam merah banyak mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalium, zat besi, amarantin, rutin, purin dan vitamin (A, B, C).
Khasiat Bayam Merah :
Khasiat dari bayam secara umum adalah dapat meningkatkan kerja ginjal dan melancarkan pencernaan. Akar bayam merah berkhasiat sebagai obat disentri. Bayam termasuk sayuran berserat yang dapat digunakan untuk melancarkan proses buang air besar. Makanan berserat sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita kanker usus besar, penderita kencing manis (diabetes mellitus), kolesterol, darah tinggi dan menurunnya berat badan. Infus daun bayam merah 30% per oral dapat meningkatkan kadar besi serum, hemoglobin dan hematokrit kelinci yang dibuat anemia secara nyata.
Pemanfaatan
Bagian yang digunakan adalah daun dan akar.
Indikasi : daun bayam digunakan untuk memebersihkan darah sehabis bersalin, memperkuat akar rambut, tekanan darah rendah, kurang darah (anemia) dan gagal ginjal. Akar digunakan untuk pengobatan disentri.
Cara pemakaian yaitu untuk obat yang diminum , sediakan 25-30 g daun segar, lalu rebus dan dimakan sebagai lalap. Selain direbus, bayam dapat juga dijus untuk diminum. Untuk pemakaian luar, giling daun bayam segar sampai halus lalu tempelkan pada luka akibat gigitan binatang berbisa.
Untuk pemakaian secara Umum :
1. Meningkatkan kerja ginjal dan untuk mempersihkan darah sehabis bersalin , bayak merah dapat dikonsumsi sebagai sayur yaitu dimasak dalam bentuk sayur bening.
2. Kurang darah, cuci tiga genggam daun bayam merah, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan satu sendok makan air jeruk nipis, lalu saring, selanjutnya tambahkan satu sendok makan madu dan sebutir kuning telor ayam kampong dan aduk sampai rata, kemudian ramuan ini diminum dan pengobatan dilakukan satu kali sehari selama seminggu, selanjutnya pengobatan dapat dilakukan dua kali seminggu sampai penyakitnya sembuh.
3. Disentri, cuci 10 batang akar bayam merah sampai bersih lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok the sambil diaduk rata, lalu saring. Untuk pengobatan , minum air saringannya sekaligus.
4. Memperkuat akar rambut, cuci satu ikat daun bayam dan batang bayam segar sampai bersih lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan garam halus seujung sendok the sambil diaduk rata, Selanjutnya peras dan saring lalu minum sekaligus. Lakukan 2-3 kali seminggu.
Untuk penderita kadar asam urat darah yang cukup tinggi dan rematik Gout dilarang mengkonsumsi bayam terlalu banyak karena sayur ini mengandung purin yang cukup tinggi. Di dalam tubuh, purin akan dimetabolisir menjadi asam urat. Secara umum dalam hal pengobatan bayam merah lebih berkhasiat daripada bayam hijau.
http://serbaserbi.ariefew.com/artikel/khasiat-bayam-merah/
Graptophylum pictum Griff
Handeuleum
| Nama umum
Daun Ungu
Tanaman handeuleum (Graptophyllum pictum (L.) Griff) diketahui memiliki kandungan kimia antara lain alkaloid, steroid, saponin, flavonoid, tanin dan lendir yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan wasir. Penggunaan daun handeuleum dapat disederhanakan dengan membuat sediaan suppositoria, dalam bentuk ekstrak etanol 70% daun handeuleum. Tanaman ini mengandung : zat tanin, alkaloid, sitosterol glikosida | ||||||||
| Kegunaan : |
Batu empedu: 7 helai daun handeuleum, beberapa helai daun urat direbus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Ramuan ini untuk diminum 2x sehari.
|
| ||||||
|
| ||||||||
| SUMBER : Dalimartha, Setiawan. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Ungaran : Trubus Agriwidya, 1999. Muhlisah, Fauziah. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : Penebar Swadaya, 1999. Tampubolon, Oswald T. Tumbuhan Obat. Jakarta : Penerbit Bhratara, 1995. Tanaman Obat Keluarga. Jakarta : PT. Intisari Mediatama, 1999. | ||||||||
http://www.sith.itb.ac.id/herbarium/index.php?c=herbs&view=detail&spid=225524
http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/tanaman_obat/lipi_pdii/handeuleum.html
ROSA MULTIFLORA L.
Klasifikasi :
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledoneae
Bangsa : Resales
Suku : Rosaceae
Marga : Rosa
Jcnis : Rosa multiflora L.
Nama umum : Mawar merci.
Nama daerah : Mawar merci (Jawa)
Jawa
Deskripsi :
Habitus : Perdu, tegak atau sedikit memanjat, tinggi 2-3 m.
Batang : Bulat, berduri, kasar, coklat kehijauan,
Daun : Majemuk, tersebar, menyirip ganjil, pangkal tangkai bersayap,
berduri, helaian daun bentuk oval sampai lonjong, ujung
raeruncing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, panjang 3-6 cm,
lebar 1-3 cm, pertulangan menyirip, permukaan gundul, warna
hijau.
Bunga : Majemuk, di ujung batang atau di ketiak daun, bentuk malai,
bakal buah tenggelam, bunga sempurna, kelopak bentuk
segitiga, 6 helai, permukaan berbulu, hijau, benang sari jumlah
banyak, halus, kuning, mahkota bentuk sudip, halus, berlepasan,
jumlah banyak, panjang 2-3 cm, merah muda sampai putih.
Buah : Tunggal, bulat dengan ujung meruncing, terdapat bekas
kelopak, diameter 5-10 mm. kuning oranye.
Biji : Bulat, keras, kecil, putih
Akar : Tunggang, kuning sampai kuning oranye.
.
Ekologi dan penycbaran
Merupakan tumbuhan yang umumnya dibudidayakan sebagai tanaman hias atau untuk
pagar. Turnbuh baik pada tanah yang gembur dan subur, pada ketinggian 800 m sampai
1.500 m di atas permukaan laut. Berbunga sepanjang tahun tetapi pemanenan sebaiknya
dilakukan pada musim keniarau.
Bagian yang digunakan
Akar dan daun dalam keadaan segar atau setelah dikeringkan.
Kegunaan
Anti bakteri, and nyeri dan and radang.
Khasiat dan pemanfaatan
1. Obat keputihan: akar mawar merci segar sebanyak 30 gram dicuci bersih dan direbus
dengan 200 ml air hingga rnendidih dan air rebusan tinggal setengahnya, dinginkan
dan disaring kemudian minum sekaligus, lakukan pengobatan sebanyak 2 kali sehari,
pagi dan sore,
2. Obat reumatik: daun mawar merci segar sebanyak 60 gram, dicuci bersih rebus dengan
400 ml air sampai rnendidih selama 15 menit, dinginkan dan saring, minum sekaligus.
Lakukan pengobatan sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore.
Kandungan kimia
Daun dan akar mawar merci mengandung saponin, flavonoid dan tanin.
Mawar termasuk kelompok aroma terapi yang sangat penting. Minyak esense mawar berfungsi sebagai antiseptik, pembunuh jamur penyebab keputihan, dan menambah daya tahan tubuh. Aromanya yang harum sering digunakan sebagai aroma terapi yang mampu menenangkan dan meningkatkan mood.
Mawar juga berkhasiat melancarkan peredaran darah, menyembuhkan memar kulit, nyeri haid, TBC, kelenjar leher, batuk darah, sembelit, pembengkakan payudara, rematik, sakit lambung, maag, dan antikejang.
Ia juga mampu melancarkan aliran empedu, mengurangi rasa sakit pada perut, menghilangkan depresi, dan menyegarkan ginjal. Akarnya dapat digunakan untuk penyembuhan haid yang tidak teratur, bengkak, dan keputihan.
Pemanfaatan mawar bisa dilakukan dengan berbagai cara. Sebagai esense dengan cara mengeringkan bunga, ambil kelopaknya saja lalu masukkan ke dalam botol. Biarkan di tempat tertutup selama enam minggu hingga aromanya tercium tajam. Lalu saring dan simpan di tempat tertutup. Esense mawar dapat digunakan untuk campuran minuman dan bahan campuran membuat kue.
Sebagai tonikum gunakan bunga yang agak besar. Rendam 2-3 bunga ke dalam 300 cc air putih sampai layu, kurang lebih 2-3 jam. Minum airnya sedikit demi sedikit.
Sedangkan untuk terapi pilih kuntum yang belum terbuka, mengulum rapat dan beraroma harum. Simpan dalam lemari yang tidak mudah lembab. Terapi ini dapat digunakan untuk penderita dada sesak, down, sedih atau depresi.
Dan untuk menurunkan kadar lemak sekaligus mengatur peredaran darah serta mencerahkan dan meranumkan warna kulit yaitu dengan meminum teh mawar. Caranya masukkan teh mawar, melati, dan green tea bag ke dalam air mendidih. Biarkan 2-3 menit hingga aroma harumnya keluar. Jangan lupa gunakan cangkir yang telah dibilas dengan air panas. Bisa juga dengan menambahkan sedikit madu agar aromanya bertambah harum.
Atau dapat juga dipakai sebagai pengharum teh. Rebus kelopak mawar kering dengan teh dan air, kemudian saring. Tambahkan gula, madu, dan sedikit air jeruk. Minum dalam keadaan hangat. Namun harus diingat bahwa teh mawar tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Sebab mawar bersifat melancarkan darah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan janin.
http://blog.ub.ac.id/azkafirmansyah/2010/05/27/manfaat-mawar/
http://opensource.telkomspeedy.com/repo/abba/v12/artikel/ttg_tanaman_obat/depkes/buku5/5-089.pdf
Jati Belanda (Guazuma ulmifolia)
Kingdom Spermatophyta
Divisi Magnoliophyta
Klasis Magnoliopsida
Ordo : Malvales
Familia Stercuiliaceae
Genus Guazuma
Spesies Guazuma ulmifolia
Pertelaan tumbuhan:
Batang (Caulis) : Keras, bulat, permukaan kasar, banyak alur, berkayu, bercabang, berwarna hijau keputih-putihan. Daun (Folium): Tungal berbentuk bulat telur sampai lanset, panjang helai daun 4 cm sampai 22,5 cm, lebar 2 cm sampai 10 cm, pangkal daun menyerong berbentuk jantung yang kadang-kadang tidak setangkup, bagian ujung meruncing dan tajam, permukan daun bagian atas berambut jarang, permukaan bagian bawah berambut rapat, permukan kasar; panjang tangkai daun 5 mm sampai 25 mm, mempunyai daun penumpu berbentuk lanset atau berbentuk paku, panjang 3 mm sampai 6 mm, tepi atau pinggir daun bergerigi, ujung runcing, pangkal berlekuk, pertulangan menyirip, berseling, serta berwarna hijau kecoklatan sampai coklat muda. Daun majemuknya berseling dan berbentuk menjari. Daun memiliki stipula (daun penumpu) namun biasanya gugur awal. Bunga (Flos): Perbungaan berupa mayang terletak di ketiak daun, panjang 2 cm sampai 4 cm, berbunga banyak, bentuk bunga bulat agak ramping dan berbau wangi; panjang gagang bunga lebih kurang 5 mm; kelopak bunga lebih kurang 3 mm; mahkota bunga berwarna kuning, panjang 3 mm sampai 4 mm; tajuk terbagi dalam 2 bagian, berwarna ungu tua kadang-kadang kuning tua, panjang 3 mm sampai 4 mm, bagian bawah berbentuk garis, panjang 2 mm sampi 2,5 mm; tabung benang sari berbentuk mangkuk, tangkai 1-1,5 cm, hijau muda. Buah (Fructus): Berbentuk kotak, bulat, keras, permukaan berduri bakal buah berambut, panjang buah 2 cm sampai 3,5 cm. Buah yang belum masak berwarna hijau dan yang telah masak berwarna hitam. Banyak dihasilkan ketika musim penghujan. Biji (Semen): Kecil, keras, diameter ± 2 mm, berwarna coklat muda.
Komposisi kandungan kimia :
Tanin, lendir, dammar, alkaloid (kafein, β-sitosterol, friedelin 3a-asetat, friedelin 3 β-ol, terpen), caryophyllene, catechins, farnesol, friedelin, kaurenoic acid, precocene I, procyanidin B-2, procyanidin B-5, procyanidin C-1, dan sitosterol.
Khasiat :
- Daun Guazuma ulmitolia berkhasiat sebagai obat pelangsing tubuh,
- Bijinya sebagai obat mencret.
Sebagai obat pelangsing tubuh dipakai ± 20 gram serbuk daun Guazuma
ulmifolia, diseduh dengan I gelas air matang panas, setelah dingin disaring,
Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.
- Buah atau daun : membantu pengobatan diare, batuk, dan nyeri perut
- Kulit batang : membantu pengobatan diaforetik, bengkak kaki
- Penelitian uji klinis digunakan untuk menurunkan hiperlipidemia
Referensi:
http://toiusd.multiply.com/journal/item/54/Guazuma_ulmifolia
Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)
| Klasifikasi Pertelaan Tumbuhan: Daun: Tanaman Lidah Mertua berdaun tunggal, dengan bentuknya yang kaku dan keras, permukaannya licin, tumbuh dan berkumpul sebagai roset akar maksudnya yaitu 2-6 helai daun tumbuh berkumpul dipangkal akar. Bentuk daunnya panjang menyempit dengan ujungnya yang runcing, pangkalnya menyempit dan berbentuk talang, warnanya hijau dengan panjang antara 30 – 120 cm, sedangkan lebarnya sekitar 2,5 – 8 cm. Pada kedua permukaan daun terdapat garis-garis bergelombang berwarna hijau tua yang letaknya melintang, dengan tepi daun berwarna hijau tua. Bunga: Bunga Lidah Mertua berbentuk bunga majemuk, menempel dalam tandan yang panjangnya sekitar 30-80 cm, warnanya hijau muda, baunya harum, dan baru mekar menjelang malam. Kandungan Kimia: Pregnane glikosid iaitu 1 beta,3 beta-dihydroxypregna-5,16-dien-20-one glikosid, Ruscogenin, Abamagenin, Neoruscogenin, sansevierigenin, Saponin, vitamin C, tanin, glucogallin, gallic acid, ellagic acid, corilagin, terchebin, chebulagic, acid, chebulinic acid, -3,6-digalloylglucose, mucid acid, phyllembic acid, dan emblicol Khasiat: Getahnya dapat digunakan sebagai obat antiseptik, akarnya dimanfaatkan sebagai penyegar rambut/tonik dan obat wasir Daunnya bila dibakar dapat menyembuhkan sakit kepala, Bila di rebus sebagai obat diabetes, antibiotik, Tanaman yang banyak mengandung kandungan kimia Abamagenin ini banyak digunakan untuk pengobatan influenza, batuk, dan radang saluran pernapasan. Sedangkan sebagai obat luar banyak digunakan untuk pengobatan penyakit keseleo, luka terpukul, gigitan ular berbisa, borok, bisul, atau sebanyak penyubur rambut. Referensi: http:// http://www.scribd.com/doc/21504007/Lkt-Djarum-09-Lisa-Narulita-umm http://matoa.org/segudang-manfaat-dari-tanaman-lidah-mertua-sansevieria/ | |
LENGKUAS
Alpinia galanga
A. Klasifikasi Lengkuas
Klasifikasi lengkuas sebagai berikut:
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Divisio: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Sub-divisio: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Liliopsida (berkeping satu/monokotil)
Ordo: Zingiberales
Famili: Zingiberaceae (suku jahe-jahean)
Genus: Alpinia
Species: Alpinia galanga (L.) Sw.
B. Deskripsi Lengkuas
Lengkuas merupakan tanaman yang memiliki tinggi sekitar 1 sampai 2 meter, bahkan dapat mencapai 3,5 meter. Biasanya tumbuh dalam rumpun yang rapat. Batangnya tegak, tersusun oleh pelepah-pelepah daun yang bersatu membentuk batang semu, berwarna hijau agak keputih-putihan. Batang muda keluar sebagai tunas dari pangkal batang tua. Daun tunggal, berwarna hijau, bertangkai pendek, tersusun berseling. Daun di sebelah bawah dan atas biasanya lebih kecil dari pada yang di tengah. Bentuk daun lanset memanjang, ujung runcing, pangkal tumpul, dengan tepi daun rata. Pertulangan daun menyirip. Panjang daun sekitar 20 - 60 cm, dan lebarnya 4 -1 5 cm. Pelepah daun lebih kurang 15 -30 cm, beralur, warnanya hijau. Bunga agak berbau harum. Buahnya berbentuk bulat, keras. Sewaktu masih muda berwarna hijaukuning, setelah tua berubah menjadi hitam kecoklatan, berdiameter lebih kurang 1 cm. Ada juga yang buahnya berwarna merah. Bijinya kecil-kecil, berbentuk lonjong, berwarna hitam. Rimpang besar dan tebal, berdaging, berbentuk silindris, diameter sekitar 2-4 cm, dan bercabang-cabang. Bagian luar berwarna coklat agak kemerahan atau kuning kehijauan pucat, mempunyai sisik-sisik berwarna putih atau kemerahan, keras mengkilap, sedangkan bagian dalamnya berwarna putih. Daging rimpang yang sudah tua berserat kasar. Apabila dikeringkan, rimpang berubah menjadi agak kehijauan, dan seratnya menjadi keras dan liat. Untuk mendapatkan rimpang yang masih berserat halus, panen harus dilakukan sebelum tanaman berumur lebih kurang 3 bulan. Rasanya tajam pedas, menggigit, dan berbau harum karena kandungan minyak atsirinya.
Lengkuas ada dua macam, yaitu lengkuas merah (Alpinia purpurata K Schum) dan putih. Lengkuas putih (Alpina galanga SW) banyak digunakan sebagai rempah atau bumbu dapur, sedangkan yang banyak digunakan sebagai obat adalah lengkuas merah. Pohon lengkuas putih umumnya lebih tinggi dari pada lengkuas merah. Pohon lengkuas putih dapat mencapai tinggi 3 meter, sedangkan pohon lengkuas merah umumnya hanya sampai 1-1,5 meter.
Berdasarkan ukuran rimpangnya, lengkuas juga dibedakan menjadi dua varitas, yaitu yang berimpang besar dan kecil. Oleh karena itu, paling tidak ada tiga kultivar lengkuas yang sudah dikenal, yang dibedakan berdasarkan ukuran dan warna rimpang, yaitu lengkuas merah, lengkuas putih besar, dan lengkuas putih 11 kecil. Lengkuas mudah diperbanyak dengan potongan rimpang yang bermata atau bertunas. Juga dapat diperbanyak dengan pemisahan anakannya, atau dengan biji. Tanaman ini mudah dibudidayakan tanpa perawatan khusus. Lengkuas putih memiliki berbagai khasiat sebagai antijamur dan antibakteri.
Lengkuas ini memiliki nama lati yaitu Alpinia galangal L. Eilld dan nama daerah yaitu laos, lengkuas, lawa, langkueh, laja, dan lawas.
C. Kandungan Kimia
Rimpang lengkuas mengandung lebih kurang 1 % minyak atsiri berwarna kuning kehijauan yang terutama terdiri dari metilsinamat 48 %, sineol 20 % -30 %, eugenol, kamfer 1 %, seskuiterpen, d-pinen, galangin, dan lain-lain. Selain itu rimpang juga mengandung senyawa flavonoid, fenol dan terpemoid. Lengkuas muda berumur 3-4 bulan memiliki aktivitas antimikroba yang lebih tinggi dibandingkan lengkuas tua yang berumur 12 bulan.
D. Manfaat lengkuas
Rimpangnya sering digunakan untuk mengatasi gangguan lambung, misalnya kolik dan untuk mengeluarkan angin dari perut (stomachikum), menambah nafsu makan, menetralkan keracunan makanan, menghilangkan rasa sakit (analgetikum), melancarkan buang air kecil (diuretikum), mengatasi gangguan ginjal, dan mengobati penyakit herpes. Juga digunakan untuk mengobati diare, disentri, demam, kejang karena demam, sakit tenggorokan, sariawan, batuk berdahak, radang paru-paru, pembesaran limpa, dan untuk menghilangkan bau mulut. Disamping itu rimpang lengkuas juga dianggap memiliki khasiat sebagai anti-tumor atau anti kanker terutama tumor di bagian mulut dan lambung, dan kadangkadang digunakan juga sebagai afrodisiaka (peningkat libido). Khasiatnya yang sudah dibuktikan secara ilmiah melalui berbagai penelitian adalah sebagai anti jamur dan anti bakteri.
Secara tradisional dari sejak zaman dahulu kala, parutan rimpang lengkuas kerap digunakan sebagai obat penyakit kulit, terutama yang disebabkan oleh jamur, seperti panu, kurap, eksim, jerawat, koreng, bisul, dan sebagainya. Di banyak negara di Asia, rimpang lengkuas digunakan sebagai bumbu masak. Demikian pula buahnya sering digunakan sebagai bumbu masak atau rempah pengganti kapulaga. Minyak lengkuas (Oleum galanga) sering ditambahkan sebagai aroma dalam pembuatan minuman keras dan bir. Oleum galanga juga bersifat insektisida. Buah lengkuas dapat digunakan untuk menghilangkan rasa dingin, kembung dan sakit pada ulu hati, muntah, mual, diare, kecegukan (singuitus), dan untuk menambah nafsu makan. Juga dapat digunakan untuk menyembuhkan bisul. Biji digunakan untuk mengatasi kolik, diare, dan muntah-muntah. Daunnya digunakan sebagai pembersih untuk ibu sehabis melahirkan, untuk air mandi bagi penderita rematik, dan sebagai stimulansia. Tunas muda lengkuas dapat digunakan untuk mengobati infeksi ringan pada telinga. Batang yang sangat muda (umbut) dan tunas atau kuncup bunga dapat dimakan sebagai lalap atau sayur setelah direbus atau dikukus terlebih dahulu
(sumber: http://digilib.unimus.ac.id/
SEMBUNG
Blumea balsamifera
A. Klasifikasi
Klasifikasi sembung sebagai berikut:
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Asterales
Famili: Asteraceae
Genus: Blumea
Spesies: Blumea balsamifera [L.] DC.
B. Deskripsi Sembung
Tumbuhan asal Nepal ini banyak tumbuh di tempat terbuka sampai agak terlindung di tepi sungai dan tanah pertanian. Dapat tumbuh di tanah berpasir atau yang agak basah sampai pada ketinggian 2.200 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini dapat dikembangbiakkan melalui biji atau pemisahan tunas akar.
Daun sembung merupakan jenis tanaman perdu yang tumbuh tegak, tingginya bisa mencapai empat meter. Percabangan pada ujungnya berambut halus dan bila bagian-bagian dari tumbuhan ini diremas, akan berbau kamper.
Ciri dari daun sembung adalah bentuk daunnya yang merupakan daun tunggal dengan bagian bawah bertangkai, sedangkan bagian atasnya merupakan daun duduk. Pada helaian daunnya berbentuk bulat telur sampai lonjong dengan pangkal dan ujung runcing, tepiannya bergerigi dengan permukaan atas rambut agak kasar. Untuk permukaan bawah berambut rapat dan halus seperti beludru, bertulahg menyirip dengan panjang 8-40 cm dan lebar 2-20 cm. Perbungaan majemuk bentuk malai, keluar di ujung tangkai, warnanya kuning. Buah kotak bentuk silindris, beriga 8 - 10, panjang 1 mm, berambut. Perbanyakan dengan biji atau pemisahan tunas akar.
Tanaman sembung ini memiliki nama latin yaitu Blumea balsamifera (L.)DC dan nama daerah yaitu sembung legi, sembung utan, sembung santung, sembung mingsa, dan kamandhin.
C. Kandungan Kimia
Sembung ini mengandung minyak asiri (ngai kamfer), zat bergetah (kapur barus) dan borneol, yang juga mengandung sineol, limone, asam palmitin dan myrristin, alkohol sesquiterpen, diameter khlorasetofenon, tanin, pirokatechin dan glikosida. Sedangkan ekstrak borneol didapat dari daun segar.
D. Manfaat Sembung
Sembung bersifat pedas, sedikit pahit, hangat dan baunya seperti rempah. Berkhasiat sebagai antibakteri, melancarkan peredaran darah, menghilangkan bekuan darah dan pembengkakan, peluruh kentut (karminatif), peluruh keringan (diaforetik), peluruh dahak (ekspektoran), astrigen, tonikum dan obat batuk.
Daun berkhasiat mengatasi:
· Rematik sendi, persendian sakit setelah melahirkan,
· Nyeri haid, datang haid tidak teratur,
· Influenza, demam, sesak napas (asma), batuk, bronkitis,
· Perut kembung, diare, perut mulas,
· Sariawan,
· Nyeri dada akibat penyempitan pembuluh darah koroner (angina pektoris)
· Kencing manis (diabetes melitus)
Akar muda berkhasiat mengatasi:
· Darah haid berlebihan (menoragia) ,
· Kurang nafsu makan
· Sakit perut, diare, cacingan dan,
· Rematik sendi
(sumber: Atlas Tumbuhan Obat Indonesia/Dr. Setiawan Dalimartha/Hadi
http://www.togaye.itgo.com/sembung.html